Unilever Gelar Kompetisi TUTUR untuk Perempuan Petani Kedele Hitam
Gali Potensi dan Adu Kemampuan Komunikasi antar Perempuan Petani Kedele Hitam dari 7 Kabupaten, Ajang ini bermanfaat untuk Bantu Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga
Ratusan perempuan petani kedele hitam dari Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur, hari ini mengikuti kegiatan Kompetisi TUTUR, yakni Perlombaan yang diselenggarakan oleh PT Unilever Indonesia, Tbk. melalui Yayasan Unilever Indonesia bekerjasama dengan mitranya: Universitas Gadjah Mada, LSM SPeKTRA, Persada, dan Field ini, bertujuan untuk menggali potensi dan kemampuan perempuan petani kedele hitam dalam hal berkomunikasi. Kompetisi TUTUR ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Perempuan Petani Kedele Hitam yang dijalankan Unilever sejak tahun 2001.
Hadir dalam acara ini Sue Garrard (SVP Communications Unilever Global), Sinta Kaniawati (General Manager Yayasan Unilever Indonesia), Andara Rainy Ayudini (Putri Pariwisata Indonesia 2009), perwakilan dari UGM, SPeKTRA, LSM Persada, LSM Field, perwakilan Pembina PKK DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, serta perwakilan perempuan petani kedele hitam dari 7 Kabupaten (Bantul, Kulonprogo, Madiun, Ngawi, Nganjuk Pacitan, dan Trenggalek).

Sinta Kaniawati, General Manager Yayasan Unilever Indonesia mengatakan, “Program Pengembangan Petani Kedele Hitam (PPKH) merupakan salah satu upaya kami dalam menjalankan prinsip bisnis berkanjutan. Melalui kerjasama dengan mitra-mitra kami yang kompeten di bidangnya, program ini melibatkan petani untuk menghasilkan kedele hitam berkualitas dan meningkatkan taraf hidup petani kedele hitam”.
Dimulai hanya 12 petani, program PPKH yang digagas pada tahun 2001 ini mengajak petani untuk membudidayakan kedele hitam pada lahan seluas 5 hektar di Ciwalen, Jawa Barat. Hingga 2011, petani yang terlibat mencapai 7.000 orang dengan area program mencakup 8 kabupaten, yakni: Bantul, Kulonprogro, Pacitan, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Trenggalek, dan Ponorogo.
Tidak hanya petani laki-laki, PPKH juga menyasar pada Program Pemberdayaan Perempuan Petani Kedele Hitam. Saat ini ada lebih dari 1600 petani perempuan yang terlibat dalam praktek pertanian, khususnya dalam proses paska panen kedele hitam. Kelompok perempuan petani kedele hitam yang berperan dalam proses sortasi ini, dilatih dengan melakukan hal-hal yang bisa menumbuhkembangkan potensi-potensi yang ada di dalam diri mereka, seperti kemampuan komunikasi, presentasi, bersuara dan berpendapat, dengan menggunakan berbagai media dan sarana komunikasi untuk menyampaikan ide, dan lain-lain.
Untuk lebih mendorong kemampuan kelompok perempuan petani kedele hitam dalam berkomunikasi, Unilever menyelenggarakan kompetisi TUTUR. Kompetisi ini berfokus pada tiga hal, yakni berusaha, berkarya, dan bercerita (3B). Berusaha – perempuan diajak untuk giat berusaha dan memanfaatkan waktu, kemampuan dan sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan pendapatan keluarga secara mandiri; Berkarya – perempuan diberi motivasi bahwa setiap usaha yang ditekuni akan menghasilkan karya yang dapat dinikmati dan bermanfaat baik bagi diri sendiri, maupun keluaga dan orang lain; Bercerita – mendorong perempuan untuk berbagi pendapat dan ide kepada orang lain, hal ini merupakan salah satu tujuan dari keseluruhan program perempuan.
3B di atas di implementasikan dalam tiga macam lomba yang digelar dalam Kompetisi TUTUR ini, yaitu Lomba Kobar (Koran Selembar); Lomba Presentasi; dan Lomba Theatre. (keterangan lengkap tentang Kompetisi TUTUR dapat dilihat di lembar fakta terlampir)
“Kami berharap melalui ajang ini dapat melatih kemampuan komunikasi perempuan petani kedele hitam melalui berbagai variasi media; menumbuhkembangkan potensi kepemimpinan yang ada dalam diri mereka untuk mampu menyuarakan kepentingan diri maupun kelompok dalam berbagai forum. Meningkatkan rasa percaya diri dalam bersuara dan memberikan pendapat; membiasakan perempuan petani kedele hitam menggunakan berbagai media dan sarana komunikasi untuk menyampaikan ide dan pendapat mereka,” ungkap Sinta.
Dalam program pengembangan petani kedele hitam, Unilever memberikan jaminan pasar dengan komitmen membeli dengan harga, kualitas dan kuantitas yang disepakati bersama. Selain itu petani juga mendapatkan pendampingan oleh ahli pertanian dari UGM, mulai dari periode tanam hingga paska panen, agar para petani mampu membudidayakan kedele hitam dengan optimal. Sejalan dengan tujuan tersebut, baru-baru ini Unilever bekerjasama dengan UGM dan LSM Penebar Swadaya meluncurkan Buku Saku Budidaya Kedele Hitam.
Program pengembangan petani kedele hitam ini dijalankan secara berkelanjutan (sustainable), hal ini sejalan dengan Rencana Bisnis Unilever Berkelanjutan atau Unilever Sustainable Living Plan (USLP) yang merupakan upaya perusahaan dalam menjalankan prinsip bisnis berkelanjutan sekaligus meningkatkan mutu, untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen, meningkatkan taraf hidup petani-sebagai mitra usaha, dan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya.
“Dengan prinsip pertanian berkelanjutan, kami berbagi nilai dalam mengembangkan bahan baku kedele hitam dengan 7000 petani kedele hitam di Pulau Jawa, untuk memastikan produk yang dihasilkan berkualitas. Memastikan ketersediaan bahan baku untuk jangka waktu yang lebih lama dan menghasilkan varietas kedele hitam unggul. Dengan demikian kami berharap dapat mendukung program pemerintah dalam swasembada kedele 2014,” tambah Sinta.
Agar prinsip pertanian berkelanjutan ini menguntungkan semua pihak, baik petani, perusahaan, maupun pemangku kepentingan lainnya, diperlukan parameter untuk mengukur program ini. Di Unilever, parameter tersebut tercakup dalam Sustainable Agriculture Code (SAC), yakni: Perbaikan secara terus menerus; Agro-kimia dan bahan bakar: Tanah; Air; Keanekaragaman hayati; Energi; Limbah; Modal sosial dan sumber daya manusia; Kesejahteraan Hewan; Rantai pasok dan perekonomian ekonomi, dan Pelatihan. Di Indonesia, SAC diterapkan pada komoditi kedele hitam, gula kelapa, teh, dan komoditi lainnya secara bertahap.
--ooOoo--
Tentang PT Unilever Indonesia Tbk
PT Unilever Indonesia Tbk yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 1933, telah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia selama 78 tahun. Sebagai perusahaan penyedia produk konsumen yang mempunyai peran penting di Indonesia, Unilever adalah produsen merek-merek yang sudah sangat dikenal masyarakat, antara lain Pepsodent, Lifebuoy, Lux, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Rinso, Molto, Pond’s, Citra, Blue Band, Sariwangi, Royco, Bango, Wall’s dan masih banyak lagi. Sebagai perusahaan yang telah ‘go public’ pada akhir tahun 1981 dan sahamnya tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, Unilever memiliki komitmen kuat untuk terus maju bersama Indonesia. Pada tahun 2010 laba bersih tumbuh 11,3% hingga mencapai Rp3,4 triliun, sementara penjualan tumbuh 7.9 % menjadi Rp 19,7 triliun.
Sebagai perusahaan yang mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap masyarakat, secara berkelanjutan Unilever menjalankan program tanggung jawab perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) tidak hanya pada program korporasi, tetapi juga pada brand-brandnya. Beberapa Program sosial masyarakat yang dilakukan Unilever adalah: Kampanye Cuci Tangan dengan Sabun (Lifebuoy), Program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut (Pepsodent), Program Pelestarian Makanan Tradisional (Bango), Program memerangi kelaparan dan membantu anak Indonesia yang kekurangan gizi (Blue Band) dan masih banyak lagi. Dalam bidang korporasi, di bawah payung Yayasan Unilever Indonesia, Unilever menjalankan tanggung jawab perusahaannya dalam bidang: program pemberdayaan masyarakat/UKM (Program Pemberdayaan Petani Kedelai Hitam), program edukasi kesehatan masyarakat (Pola Hidup Bersih dan Sehat / PHBS), Program Lingkungan (Green and Clean), dan lain-lain.
Posisi Unilever Indonesia yang kuat sebagai pemimpin pasar telah diakui melalui berbagai penghargaan nasional dan internasional yang diterima oleh perusahaan. Pada tahun 2010 Unilever Indonesia menerima 95 penghargaan baik dari dalam dan luar negeri dari berbagai media massa papan atas maupun instansi pemerintah, dan lembaga lainya antara lain: Overall Best Managed Company in Indonesia - Large Cap, dari Asiamoney, Asia’s Best Companies 2010 Award, dari Finance Asia, Stevie Award 2010 as a Distinguished Honoree for Rural Women’s Empowerment (Program Pengembangan Petani Kedelai Hitam), dari the American Business Awards, ASIAN MAKE (Most Admired Knowledge Enterprise) Award, dari Teleos, Indonesia’s Most Admired Company (IMAC) Award for Best in the Toiletries category, dari Frontier Consulting Group dan Business Week Indonesia, Indonesian MAKE (Most Admired Knowledge Enterprise) Award 2010 sebagai Juara Tahun 2010 Indonesia Make Study, dari Dunamis Consulting, Indonesia Best Brand Awards 2010, dari Majalah SWA, MARS, Metro TV, dan SWANETWORK, Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) 2010, dari majalah SWA Sembada, Frontiers-Marketing Research Consulting, dan SWANETWORK-Corporate event Management, The Most Impactful Brand Activation Award 2010, dari Majalah Komunikasi Pemasaran MIX, Indonesia’s Most Trusted Company Award, dari majalah SWA Indonesia, Indonesia Consumer Packaging Award 2010, dari majalah komunikasi pemasaran MIX & Indonesia Brand Summit, Metro TV MDGs Award untuk Perlawanan terhadap HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya, dari Metro TVIndonesia’s Most Favorite Women’s Brand 2010 Award, dari majalah Marketers, Manggala Karya Bakti Husada Arutala Award, dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Asia’s Best Employer Brand Award, dari Employer Branding Institute, CMO Asia dan masih banyak lagi.
-Selesai-
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi :
PT. Unilever Indonesia, Tbk.
Maria Dewantini Dwianto
Head of Corporate Communications
Aurellio Kaunang (Rio)
Media Relations Manager
Tel : (62-21) 526 2112
Fax: (62-21) 526 2046
E-mail:
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
IPM Public Relations
Indira Kamal
Consultant
Tel: (62-21) 765 8451
Fax: (62-21) 750 8939
E-mail:
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
LATAR BELAKANG
Kompetisi TUTUR merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Perempuan Petani Kedele Hitam Unilever Indonesia tahun 2011.
Kata TUTUR berarti ’kata’ atau ’ucapan’, merupakan elemen penting dalam komunikasi, yang menjadi fokus dari Kompetisi TUTUR. Tiga elemen dalam kempetisi ini adalah:
• Berusaha: kaum perempuan, selaku peserta dan penerima manfaat dari program pemberdayaan perempuan diajak untuk giat berusaha dan memanfaatkan waktu, kemampuan dan sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan pendapatan keluarga secara mandiri.
• Berkarya: setiap usaha maupun kegiatan yang ditekuni akan menghasilkan karya, yang dapat dinikmati dan bermanfaat bagi diri sendiri, maupun keluarga dan orang lain.
• Bercerita: setiap usaha, kegiatan, pendapat dan ide bisa dibagikan ke pihak lain, teman, keluarga maupun forum. Ide dan kegiatan yang baik, hendaknya menular kepada orang lain. Mengomunikasikan ide dan pendapat adalah salah satu tujuan dari keseluruhan program perempuan.
TUJUAN
1. Menjadi ajang bagi peserta program (perempuan petani dampingan) pemberdayaan perempuan untuk melatih kemampuan komunikasi, melalui berbagai variasi media.
2. Menumbuhkembangkan potensi-potensi kepemimpinan dalam perempuan petani kedele hitam untuk mampu menyuarakan kepentiNgan diri maupun kelompok dalam berbagai forum.
3. Meningkatkan kepercayaan diri kaum perempuan petani kedele hitam, khususnya dalam bersuara dan berpendapat.
4. Membiasakan kaum perempuan petani kedele hitam dalam menggunakan berbagai media dan sarana komunikasi untuk menyampaikan ide, pendapat serta informasi.
KONSEP KOMPETISI
1. Lomba KOBAR (Koran Selembar)
KOBAR merupakan media komunikasi yang berbentuk koran komunitas. KOBAR diadakan sebagai sarana pertukaran informasi antar anggota kelompok perempuan, maupun antar kelompok dan ke masyarakat desa pada umumnya. Informasi yang disampaikan adalah berita dan aktifitas seputar kelompok maupun lingkungan sekitar kelompok.
Kriteria Penilaian KOBAR ada lima, yaitu:
• Produksi
• Isi
• Jumlah KOBAR yang disebar
• Kreativitas
• Biaya
Durasi penyelenggaraan kompetisi KOBAR telah dilakukan sejak Juli - November 2011. Diikuti oleh 47 Kelompok dari 8 Daerah.
Pada grand final ini akan diumumkan 3 kelompok KOBAR terbaik yang akan menjadi pemenang.
Kategori pemenang dan hadiah:
1. Juara Umum (kelompok dengan penilaian tertinggi untuk total kriteria), mendapatkan piala, dana pembinaan kelompok Rp 2 juta, dan paket produk Unilever.
2. Kelompok Paling Informatif (kelompok dengan nilai konten dan aksesibilitas rata-rata paling tinggi), mendapatkan piala, dana pembinaan kelompok Rp 1.5 juta, dan paket produk Unilever
3. Kelompok Paling Produktif (kelompok dengan penerbitan paling banyak selama bulan Juli – November 2011), mendapatkan piala, dana pembinaan kelompok Rp 1.5 juta, dan paket produk Unilever
4. Kelompok Paling Kreatif (kelompok dengan nilai kreatif rata-rata paling tinggi), mendapatkan piala, dana pembinaan kelompok Rp 1.5 juta, dan paket produk Unilever
Catatan: Kelompok harus menerbitkan KOBAR sedikitnya sekali tiap bulan.
2. Lomba Presentasi
Lomba presentasi sejalan dengan tujuan dari program pemberdayaan perempuan petani kedele hitam, yakni: mendorong kemampuan dan keberanian kaum perempuan dalam menyuarakan ide, pendapat maupun aspirasi dalam berbagai kesempatan. Lomba presentasi ini diikuti oleh kelompok perwakilan dari 7 kabupaten (Bantul, Kulonprogo, Pacitan, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Trenggalek).
Kriteria penilaian :
• Cara penyampaian informasi
• Bentuk informasi
• Isi dan kualitas informasi
Kategori pemenang dan hadiah :
• Juara 1 - mendapatkan piala, dana pembinaan kelompok Rp 2 juta, dan paket produk Unilever.
• Juara 2 - mendapatkan piala, dana pembinaan kelompok Rp 1.5 juta, dan paket produk Unilever.
• Juara 3 - mendapatkan piala, dana pembinaan kelompok Rp 1 juta, dan paket produk Unilever.
3. Lomba Theater
Lomba theater ini diikuti oleh kelompok perwakilan dari 7 kabupaten (Bantul, Kulonprogo, Pacitan, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Trenggalek, Ponorogo).
Masing-masing kelompok mendapatkan waktu maksimal 10 menit untuk penampilan theater nya.
Kriteria penilaian:
• Kostum
• Artikulasi dan enghayatan peran
• Alur cerita dan kekompakan
Kategori pemenang dan hadiah:
• Juara 1 - mendapatkan piala, dana pembinaan kelompok Rp 2 juta, dan paket produk Unilever
• Juara 2 - mendapatkan piala, dana pembinaan kelompok Rp 1.5 juta, dan paket produk Unilever
• Juara 3 - mendapatkan piala, dana pembinaan kelompok Rp 1 juta, dan paket produk Unilever
DAFTAR PEMENANG KOMPETISI TUTUR
Kategori Presentasi:
Juara I : Kab. Ngawi
Juara II : Kab. Trenggalek
Juara III : Kab Nganjuk
Kategori Theatre:
Juara I : Kab. Pacitan
Juara II : Kab. Bantul
Juara III : Kab. Ngawi
KoBar (Koran Selembar):
Juara paling informatif: Kelompok Arimbi dari Bambanglipuro Bantul
Juara paling kreatif : Kelompok Srikandi Bambanglipuro Bantul
Juara paling produktif : Kelompok Tunas Karya, Kab. Ngawi
Juara Umum : Kelompok Kartini, Karangrejo Trenggalek
-- ooOoo --


