Get Adobe Flash player
Home Press Release Unilever Pertanian Kota: Kebun Harapan, untuk Bumi dan Anak Cucu Kita

Pertanian Kota: Kebun Harapan, untuk Bumi dan Anak Cucu Kita

Memanfaatkan lahan tidur/ruang terbuka hijau, sebagai upaya mengurangi dampak perubahan iklim, meningkatkan ketahanan pangan, juga menambah pendapatan warga

Sebanyak 60 orang dari 30 RW di Jakarta yang tergabung dalam program Jakarta Green and Clean, hari ini mendapat Pelatihan untuk Pelatih (Training on Trainer/TOT) tentang bagaimana melakukan Pertanian Kota (Urban Farming). Program ToT ini merupakan kerjasama antara Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP), Yayasan Unilever Indonesia (sebagai inisiator program Jakarta Green and Clean), dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta, Badan Litbang Petanian, Kementerian Pertanian. Pelatihan berlangsung satu hari (14/11) di Badan Litbang Pertanian dan di BPTP Jakarta, Jl. Ragunan No. 29 dan 30, Pasarminggu, Jakarta Selatan.

Dalam pelatihan yang disampaikan oleh Ir. Sri Sulihanti, MSc, Kepala BPTP Jakarta, materi pelatihan mencakup optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui Model Kawasan Rumah Pangan Lestari. Para kader diajarkan model-model pertanian kota, diantaranya memanfaatkan lahan tidur dan lahan kritis, Ruang Terbuka Hijau (RTH), lahan kosong dan pekarangan rumah, sekolah, tempat ibadah, dan lain-lain untuk ditanami sayuran, buah-buahan, tanaman herbal, dan sebagainya.

Selain model-model pertanian kota, para kader juga diajarkan bagaimana melakukan budidaya sayuran ramah lingkungan di pekarangan dan mengendalikan hama penyakit sayuran yang ramah lingkungan. Kegiatan TOT ditutup dengan diskusi dan praktek langsung serta pemberian benih sayuran kepada para peserta, sehingga diharapkan dapat mempraktekkan langsung setelah mengikuti TOT.

Urban Farming adalah praktek pertanian (meliputi kegiatan tanaman pangan, peternakan, kehutanan) di dalam atau di pinggiran kota yang dilakukan di lahan pekarangan, balkon, atau atap-atap bangunan, pinggiran jalan umum, atau tepi sungai dengan tujuan untuk menambah pendapatan atau menghasilkan bahan pangan (sumber: Wikipedia)

Pertanian kota dapat dilakukan dengan beberapa teknik, yaitu : Vetikultur - pola bercocok tanam yang menggunakan wadah tanam vertikal untuk mengatasi keterbatasan lahan; Aquaponik - kombinasi antara Akuakultur dan Hidroponik yakni mendaur ulang nutrisi, dengan menggunakan sebagian kecil air daur ulang hingga memungkinkannya pertumbuhan ikan dan tanaman secara terpadu. Teknik ini mirip dengan teknik tumpang sari; Hidroponik - pola bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, untuk menggantikannya menggunakan larutan mineral bernutrisi atau bahan lainnya yang mengandung unsur hara seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu dan lainnya.

“Dengan diselenggarakannya TOT ini, saya harapkan akan menjadi titik tumbuh dan segera dapat menyebar ke tempat-tempat lain, dan saya mengharapkan kader dari Program Green and Clean dari Yayasan Unilever ataupun para peserta yang ikut TOT sekarang ini, dapat langsung mempraktekkan apa yang telah didapat dari sini, karena peserta telah dibekali dengan bibit untuk dibawa pulang” papar Hj. Mieke Suswono, istri Menteri Petanian, selaku koordinator untuk pertanian perkotaan, dan juga sebagai anggota SIKIB.

Pertanian kota sangat baik dilakukan karena dapat meningkatkan mata pencaharian dan membantu mengurangi dampak perubahan iklim. “Dengan memberikan pelatihan Pertanian Kota kepada para kader Green and Clean, tidak hanya lingkungan mereka yang hijau dan bersih, tetapi ada nilai tambah yang akan mereka dapatkan dari bertanam sayuran, buah-buahan, dan lain lain di pekarangan mereka. Dan, kami berharap ilmu yang diperoleh disini, dapat ditularkan kepada warga lainnya di lingkungan mereka dan jika memungkinkan untuk lingkup yang lebih luas lagi”, jelas Sinta Kaniawati, General Manager Yayasan Unilever Indonesia.

Keuntungan langsung yang dirasakan oleh pelaku pertanian kota adalah mendapatkan bahan pangan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman herbal, dalam keadaan segar karena langsung dari hasil kebun sendiri. Hasil dari pertanian kota ini juga dapat dijual kepada masyarakat sekitar, sehingga dapat memberikan penghasilan tambahan bagi penduduk kota. Harga hasil dari metode pertanian kota ini lebih ekonomis, karena mengurangi dan menghemat biaya transportasi dan pengemasan.

Manfaat lain dari pertanian kota adalah memberikan kontribusi dalam penyelamatan lingkungan melalui pengelolaan sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (3R). Membantu menciptakan kota yang bersih dengan pelaksanaan 3R untuk pengelolaan sampah kota.  Selain secara estetika, kota menjadi lebih indah, juga dapat menghasilkan O2 serta meningkatkan kualitas lingkungan kota.

“Pelaksanaan TOT ini merupakan bentuk komitmen kami, untuk menciptakan lingkungan hijau dan bersih dengan memberdayakan masyarakat melalui Pertanian Kota, hal ini sejalan dengan Unilever Sustainable Living Plan, mendukung visi pembangunan berkelanjutan dalam upaya memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, generasi mendatang, dan bumi kita,” kata Sinta.

Sebelumnya pada pelatihan yang sama telah dilaksanakan di DI Yogyakarta (3/11) dan Bandung (9/11).  Selanjutnya pelatihan akan dilaksanakan pula di 3 kota Green and Clean lainnya, yakni Surabaya, Medan, dan Makassar. Kedepannya diharapkan pelatihan Pertanian Kota ini dapat merambah ke wilayah lain, sehingga manfaatnyapun dapat dirasakan lebih banyak lagi. Dimulai dengan langkah kecil untuk mendapatkan perubahan besar (Small Action Big Difference).

--ooOoo--

Tentang PT Unilever Indonesia Tbk
PT Unilever Indonesia Tbk yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 1933, telah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia selama 78 tahun. Sebagai perusahaan penyedia produk konsumen yang mempunyai peran penting di Indonesia, Unilever adalah produsen merek-merek yang sudah sangat dikenal masyarakat, antara lain Pepsodent, Lifebuoy, Lux, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Rinso, Molto, Pond’s, Citra, Blue Band, Sariwangi, Royco, Bango, Wall’s dan masih banyak lagi. Sebagai perusahaan yang telah ‘go public’ pada akhir tahun 1981 dan sahamnya tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, Unilever memiliki komitmen kuat untuk terus maju bersama Indonesia. Pada tahun 2010 laba bersih tumbuh 11,3% hingga mencapai Rp3,4 triliun, sementara  penjualan tumbuh  7.9 % menjadi Rp 19,7 triliun.
Sebagai perusahaan yang mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap masyarakat, secara berkelanjutan Unilever menjalankan program tanggung jawab perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) tidak hanya pada program korporasi, tetapi juga pada brand-brandnya. Beberapa Program sosial masyarakat yang dilakukan Unilever adalah: Kampanye Cuci Tangan dengan Sabun (Lifebuoy), Program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut (Pepsodent), Program Pelestarian Makanan Tradisional (Bango), Program memerangi kelaparan dan membantu anak Indonesia yang kekurangan gizi (Blue Band) dan masih banyak lagi. Dalam bidang korporasi, di bawah payung Yayasan Unilever Indonesia, Unilever menjalankan tanggung jawab perusahaannya dalam bidang: program pemberdayaan masyarakat/UKM (Program Pemberdayaan Petani Kedelai Hitam), program edukasi kesehatan masyarakat (Pola Hidup Bersih dan Sehat / PHBS), Program Lingkungan (Green and Clean), dan lain-lain.
Posisi Unilever Indonesia yang kuat sebagai pemimpin pasar telah diakui melalui berbagai penghargaan nasional dan internasional yang diterima oleh perusahaan. Pada tahun 2010 Unilever Indonesia menerima 95 penghargaan baik dari dalam dan luar negeri dari berbagai media massa papan atas maupun instansi pemerintah, dan lembaga lainya antara lain: Overall Best Managed Company in Indonesia - Large Cap, dari Asiamoney, Asia’s Best Companies 2010 Award, dari Finance Asia, Stevie Award 2010 as a Distinguished Honoree for Rural Women’s Empowerment (Program Pengembangan Petani Kedelai Hitam), dari the American Business Awards, ASIAN MAKE (Most Admired Knowledge Enterprise) Award, dari Teleos, Indonesia’s Most Admired Company (IMAC) Award for Best in the Toiletries category, dari Frontier Consulting Group dan Business Week Indonesia, Indonesian MAKE (Most Admired Knowledge Enterprise) Award 2010 sebagai Juara Tahun 2010 Indonesia Make Study, dari Dunamis Consulting, Indonesia Best Brand Awards 2010, dari Majalah SWA, MARS, Metro TV, dan SWANETWORK, Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) 2010, dari majalah SWA Sembada, Frontiers-Marketing Research Consulting, dan SWANETWORK-Corporate event Management, The Most Impactful Brand Activation Award 2010, dari Majalah Komunikasi Pemasaran MIX, Indonesia’s Most Trusted Company Award, dari majalah SWA Indonesia, Indonesia Consumer Packaging Award 2010, dari majalah komunikasi pemasaran MIX & Indonesia Brand Summit, Metro TV MDGs Award untuk Perlawanan terhadap HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya, dari Metro TVIndonesia’s Most Favorite Women’s Brand 2010 Award, dari majalah Marketers, Manggala Karya Bakti Husada Arutala Award, dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Asia’s Best Employer Brand Award, dari Employer Branding Institute, CMO Asia dan masih banyak lagi.

-Selesai-

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi :

PT. Unilever Indonesia, Tbk.
Aurellio Kaunang (Rio)
Media Relations Manager
Ribut Purwanti (Ribut)
Ass. Media Relations Manager
Tel : (62-21) 526 2112
Fax: (62-21) 526 2046
E-mail: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

IPM Public Relations
Indira Kamal
Consultant
Tel: (62-21) 765 8451, Fax: (62-21) 750 8939
E-mail: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Share/Save/Bookmark